Wednesday, November 28, 2012

Nyamuk Aedes Aegypti Dan Ancamannya


By on 15:02



Nyamuk terdiri ada 2 Jenis yaitu Anophelini dan Culicuni. Anophelini hanya terdiri atas genus Anopheles. Khusus untuk Culicuni terdiri atas genus : Culex, Mansonia dan Aedes.
Nyamuk Aedes yang paling dikenal dalam dunia kesehatan dan masyarakat adalah Aedes aegypti dan Aedes albopictus. kedua jenis nyamuk Aedes ini penyebab dari penyakit Demam Berdarah Dengue dan Chikungunya. Genus Aedes memiliki ciri berbadan sedikit lebih kecil, tubuhnya sampai ke kaki berwarna hitam dan bergaris-garis putih. Nyamuk ini tidak menyukai tempat yang kotor, biasa bertelur pada genangan air yang tenang dan bersih seperti jambangan bunga, tempayan, bak mandi dan lain-lain yang kurang diterangi matahari dan tidak dibersihkan secara teratur. Bagi nyamuk Aedes, darah manusia berfungsi untuk mematangkan telur agar dapat dibuahi pada saat perkawinan.

Nyamuk Aedes aegypti dewasa memiliki ukuran sedang dengan tubuh berwarna hitam kecoklatan. Tubuh dan tungkainya ditutupi sisik dengan gari-garis putih keperakan. Di bagian punggung (dorsal) tubuhnya tampak dua garis melengkung vertikal di bagian kiri dan kanan yang menjadi ciri dari spesies ini. Sisik-sisik pada tubuh nyamuk pada umumnya mudah rontok atau terlepas sehingga menyulitkan identifikasi pada nyamuk-nyamuk tua. Ukuran dan warna nyamuk jenis ini kerap berbeda antar populasi, tergantung dari kondisi lingkungan dan nutrisi yang diperoleh nyamuk selama perkembangan. Nyamuk jantan dan betina tidak memiliki perbedaan dalam hal ukuran nyamuk jantan yang umumnya lebih kecil dari betina dan terdapatnya rambut-rambut tebal pada antena nyamuk jantan. Kedua ciri ini dapat diamati dengan mata telanjang.

Demam berdarah tentu sudah tak asing lagi di telinga kita. Begitu pula dengan nyamuk penyebab demam berdarah, yaitu si nyamuk Aedes Aegypti. Namun, dibalik ketenaran penyakit yang satu ini, benarkah kita sudah mengenal si Aedes Aegypti dengan baik? Jika ya, mengapa juga penyakit ini masih saja merajalela?
Nah, supaya kita bisa ‘putus hubungan’ dengan penyakit demam berdarah, mengenal segala tektek bengek si nyamuk penyebab demam berdarah biang keladi ini adalah hal yang utama dilakukan.

Klasifikasi Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Aedes Aegypti
Nyamuk penyebab demam berdarah  Aedes Aegypti adalah hewan yang termasuk ke dalam golongan insekta (serangga) dari ordo diptera (bersayap sepasang). Nyamuk ini merupakan salah satu hewan yang paling mematikan di dunia.
Bagaimana tidak, gigitan satu ekor nyamuk Aedes Aegypti ini di kulit manusia bisa mengakibatkan kematian. Penyakit yang disebabkannya disebut sebagai demam berdarah.
Aedes Aegypti yang menggigit kulit manusia adalah nyamuk Aedes Aegypti betina. Adapun nyamuk Aedes Aegypti jantan tidaklah menghisap darah tetapi memakan nektar (sari bunga).

Hal yang membuat nyamuk betina ini membutuhkan darah adalah karena dia membutuhkan banyak protein sebagai nutrisi bagi telur dan calon anak-anaknya. Meskipun nyamuk betina ini memakan darah, ketika mereka tidak akan dan tidak sedang bertelur, nyamuk betina juga memakan nektar.

Siklus Hidup Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Aedes Aegypti
Semua nyamuk mengalami siklus hidup yang disebut sebagai metamorfosis. Metamorfosisnya adalah metamorfosis sempurna (4 tahap). Metamorfosis itu sendiri merupakan proses perubahan bentuk tubuh makhluk hidup selama masa hidupnya.

Nyamuk betina bertelur di permukaan air. Kemudian, telur berubah bentuk menjadi larva. Dalam satu hingga dua minggu, larva kemudian akan berubah menjadi pupa (kepompong). Saat fase pupa, nyamuk tidak makan, tetapi tetap aktif berenang di atas permukaan air. Dalam beberapa hari, pupa akan membuka dan keluarlah nyamuk dewasa.

Nyamuk betina dewasa bisa hidup selama 2 hingga 2 bulan, sedangkan nyamuk jantan dewasa hanya berumur seminggu saja.

Adaptasi dan Pertahanan Nyamuk Penyebab Demam Berdarah Aedes Aegypti
Nyamuk jantan menggunakan antena sebagai alat indra. Indra ini juga digunakan dalam mendeteksi pasangannya dengan cara mendengung. Dengungan ini bisa terjadi sebanyak 250 kali dalam 1 detik.

Nyamuk betina mencari darah dengan cara mendeteksi karbondioksida dan oktenol yang dihasilkan saat makhluk hidup target bernapas dan berkeringat (termasuk manusia). Ketika nyamuk betina mendeteksi
karbondioksida, mereka akan terbang ke atas sampai dia menemukan sumbernya.

Darah yang diisapnya bukanlah untuk energi tubuhnya melainkan untuk kebutuhan perkembangan anak-anaknya.

Persebaran dan Penularan Nyamuk Aedes Aegypti
Nyamuk Aedes Aegypti tersebar di berbagai Negara. Dari mulai Negara-negara tropis hingga Negara-negara subtropis. Seperti Asia Tenggara, Afrika, Amerika, Mediterania, hingga Pasifik.

Tempat yang paling banyak menyebarkan nyamuk ini biasanya adalah tempat yang mempunyai sistem air yang buruk (air yang tidak mengalir). Ditempat inilah biasanya nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak.

Kemampuan terbang nyamuk Aedes Aegypti bisa mencapai jarak yang sangat jauh dari sarangnya (sekitar 121 km). Itu sebabnya, walaupun kita menjaga lingkungan sekitar agar bersih dari sarang nyamuk, kita masih
bisa tergigit oleh nyamuk Aedes Aegypti dari sarangnya yang sangat jauh sekali.

Peneliti juga berhasil memperoleh informasi lain bahwa nyamuk penyebab demam berdarah ini akan aktif sampai malam dan senang hidup di air yang kotor. Maka dari itu digalangkanlah 3M salah satunya menguras dan menutup tempat penampungan air agar air tidak kotor dan dihinggapi atau didiami oleh nyamuk penyebab demam berdarah ini.

Peneliti tersebut mengungkapkan bagaiman hasil penelitian itu terbukti kebenarannya. Sekitar tahun 2006 tim peneliti membuat atau meniru dari genangan air kotor yang sebenarnya di laboratorium mereka menggunakan
air sabun yang dicampur dengan kaporit dan kotoran ayam hingga menyerupai polutan air alam.

Lalu diletakkanlah jentik-jentik nyamuk yang masih berupa telur dan ternyata jentik nyamuknya dapat tumbuh hingga dewasa. Walau demikian sebenarnya mereka belum mencoba nya di lam, namun mungkin akan sama juga jika terjadi di alam.

Nyamuk penyebab demam berdarah aedes aegypti bukan hanya bisa menggigit pada siang hari namun mesih juga bisa menggigit manusia sampai dengan pukul 9 malam. Namun pada saat itu nyamuk tidak gencar melakukan aktifitasnya, puncak aktifitasnya itu antara jam 08.00 sampai 09.00 pagi dan juga pada pukul 16.00 sampai dengan 17.00 saat itulah nyamuk penyebab demam berdarah ini sedang aktif-aktifnya.

Lantas bagaimana cara pembunuhan nyamuk tersebut apakah dengan melakukan fogging atau pengasapan nyamuk itu akan hilang? Jawabannya adalah fogging itu bisa membunuh nyamuk namun nyamuk yang sudah dewasa sedangkan jentik-jentik atau telur nyamuknya tidak mempan terkena pengasapan tersebut.

Nyamuk akan bertelur di dalam permukaan air sehingga jika bak mandi dalam rumah Anda tidak dikuras selama kurang lebih seminggu akan terlihat plak berwarna hitam dan nyatanya itu adalah telur-telur dari
nyamuk dewasa, memang tidak tampak jika dengan mata telanjang kalau melihatnya dengan kaca pembesar baru terlihat bercak hitam itu sebenarnya adalah telur nyamuk.

Lalu telur tersebut akan berubah menjadi larva saat sudah memasuki hari ke dua atau ketiganya. Kemudian jika telur itu kering sehingga tidak bisa menetas mereka tetap bisa bertahan tidak mati selama berbulan-bulan
lamanya. Dan mereka akan bisa menetas jika bersentuhan atau terkena air dan akan bermetamorfosis hingga menjadi dewasa.

Penularan dari nyamuk penyebab demam berdarah ini terjadi jika si nyamuk menggigit orang yang sudah terserang penyakit demam berdarah nyamuk itu akan membawa virus dari orang yang sakit lalu virus tersebut akan mengalami masa inkubasi dalam tubuh nyamuk selama sekitar 8 sampai 10 hari. Lalu jika kemudian si nyamuk yang telah membawa virus itu menggigit orang yang sehat maka virus akan tertularkan kepada orang
sehat itu.

Ciri-Ciri Penyakit Demam Berdarah dan Mencegah Gigitan Nyamuk Aedes Aegypti
Gejala penyakit demam berdarah akan timbul ketika sudah melewati masa inkubasi selama tiga sampai lima hari sejak terserang virusnya. Inilah gejala-gejala tersebut:

  • Demam tinggi secara mendadak selama 2-7 hari panas badannya 38oC sampai 40oC.
  • Mengalami perasaan menggigil, nyeri saat menggerakan bola mata, nyeri kepala dan nyeri punggung pada awalnya.
  • Saat diperiksa dengan uji torniquet akan terlihat bintik-binti merah di kulit.
  • Lalu terjadi pembesaran hati.
  • Tekanan darah akan menurun sampai mengakibatkan syok.
  • Trombosit akan turun dibawah 100.000/mm3 sementara hemetokrit akan meningkat menjadi diatas 20%.
  • Tingkat selanjutnya terjadi mimisan atau keluar darah dari hidung dan gusi.
  • Buang air besarnya akan berupa lendir bercampur dengan darah.
  • Demam akan mengakibatkan pegal juga sakit pada sendi.

Pencegahan gigitan nyamuk Aedes Aegypti agar tidak sampai menjadi demam berdarah sudah sangat kita kenal. Pemerintah kita sudah sejak lama memasyarakatkan program pencegahan demam berdarah ini. Usaha yang dilakukan berupa program 3M, yaitu menguras, menutup, dan mengubur.

Menguras, berarti rajin membersihkan tempat-tempat penampungan air agar bisa dicegah dari pembentukan sarang nyamuk penyebab demam berdarah.
Menutup, berarti menutup semua tempat penampungan air agar nyamuk tidak bisa bersarang. Adapun mengubur adalah mengubur/ menimbun semua barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk di dalam tanah.

Maka dari itu marilah kita sama-sama mewujudkan masyarakat yang sehat.
Biasakanlah untuk hidup bersih, melakukan 3 M sebagai pencegahan demam berdarah. Dan jika Anda mengalami gejala-gejala seperti telah disebutkan tadi jangan ditunda-tunda langsung saja periksakan ke puskesmas atau pusat pelayanan kesehatan yang lain. Jagalah, cintai dan rawat diri Anda dari ancaman berbagai macam penyakit.

CIRI CIRI NYAMUK AEDES AEGYPTI
Ciri-Ciri Nyamuk Aedes Aegypti
1. Warna hitam dengan bercak putih pada badan dan  kaki.
2. Hidup dan berkembang biak ditempat penampungan air yang bersih, yang tidak berhubungan dengan tanah
3. Menggigit di siang hari.
4. Hidup didalam rumah dan sekitarnya terutama ditempat yang agak gelap dan lembab serta kurang sinar matahari.
5. Senang beristirahat ditempat-tempat pakaian yang bergelantungan.
6. Kemampuan terbang kira-kira 100 meter.

Tempat Berkembang Biak
Didalam rumah : Bak mandi, vas bunga, tempayan, perangkap semut, tempat penampungan air, tempat minum burung.
Diluar rumah : Drum, botol-botol pecah, tangki penampungan air (Torn), ban-ban bekas, kaleng-kaleng bekas, dll.
Kolam yang tidak ada ikan peliharaan.

ANCAMAN NYAMUK AEDES AEGYPTI


Sudah terbebas dari nyamuk demam berdarahkah lingkungan Anda? Hati-hati! Siklus lima tahunan Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali mewabah di Indonesia. Sejak Januari hingga Februari lalu, data dari Departemen Kesehatan RI mencatat virus nyamuk Aedes aegypti ini telah menyerang lebih dari 12.294 penderita demam berdarah di Indonesia, 247 di antaranya meninggal dunia. (Kompas, 28 Februari 2004).
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam.
Demam berdarah dengue/dengue hemorrhagic fever (DHF) adalah demam dengue yang disertai pembesaran hati dan manifestasi perdarahan.
Pada keadaan yang parah bisa terjadi kegagalan sirkulasi darah dan pasien jatuh dalam syok hipovolemik akibat kebocoran plasma. Keadaan ini disebut dengue shock syndrome (DSS).
Pada penderita dengan DSS kondisinya dengan segera memburuk. Ditandai dengan nadi cepat dan lemah, tekanan darah menyempit sampai kurang dari 20 mmhg atau terjadi hipotensi. Kulit dingin, lembab dan penderita mula-mula terlihat mengantuk kemudian gelisah.
Bila tidak segera ditangani penderita akan meninggal dalam 12 – 24 jam. Dengan pemberian cairan pengganti, kondisi penderita akan segera membaik.
Pada syok yang berat sekalipun, penderita akan membaik dalam 2 -3 hari. Tanda-tanda adanya perbaikan adalah jumlah urine yang cukup dan kembalinya nafsu makan.
Syok yang tidak dapat diatasi biasanya berhubungan dengan keadaan yang lain seperti asidosis metabolik, perdarahan hebat di saluran cerna atau organ lain. Perdarahan yang terjadi di otak akan menyebabkan penderita kejang dan jatuh dalam keadaan koma.
DKI Jakarta tercatat sebagai daerah endemi dengan jumlah korban terbanyak. Ironisnya, penyakit ini tidak pandang bulu. Yang kaya, miskin, tua, muda, anak-anak, maupun bayi menjadi sasaran nyamuk dengan badan berbintik putih ini.
Perjalanan Sang Virus
Bagaimana virus dengue itu bisa sampai ke tubuh seseorang? Nyamuk Aedes aegyptilah yang membawa virus tersebut, setelah sebelumnya menggigit penderita demam berdarah. Secara lengkap siklus perjalanan virus berlangsung dalam tubuh manusia dan nyamuk itu sendiri. Di dalam tubuh manusia berawal dari masuknya virus ke tubuh manusia melalui liur nyamuk. Virus ini kemudian berkembang dalam tubuh, misalnya di kelenjar getah bening, dan hati. Selanjutnya virus menyebar melalui aliran darah untuk menginfeksi sel darah putih dan jaringan getah bening lainnya.
Dalam tubuh nyamuk itu sendiri, virus berkembang biak dalam usus, indung telur, jaringan saraf dan lemak tubuh nyamuk. Selanjutnya virus berkembang biak dalam kelenjar liur, dan jika nyamuk menggigit manusia maka siklus transmisi akan berlanjut. Virus itu berasal dari nyamuk yang menelan darah penderita.





Sumber:http://analisbantul.blogspot.com/2012/09/nyamuk-aedes-aegypti.html

About Syed Faizan Ali

Faizan is a 17 year old young guy who is blessed with the art of Blogging,He love to Blog day in and day out,He is a Website Designer and a Certified Graphics Designer.

0 comments:

Post a Comment

Silahkan anda berkomentar atau sampaikan opini anda